OVERTHINKING
OVERTHINKING
Pernah tidak, kamu merasa cemas dan
khawatir akan hal yang bahkan belum terjadi atau pernah terjadi di masa lalu?
Atau.. kamu pernah memikirkan sesuatu yang tidak tau apa, hingga membuatmu
sulit tidur hingga larut malam, atau malah … kamu pernah memikirkan sesuatu
yang bahkan tidak perlu kamu pikirkan secara ekstra tapi justru kamu pikirkan
dengan begitu keras, hingga membuat dirimu tidak nafsu makan, atau malah
stress. Kalau pernah , kamu sadar tidak, kalau kamu lagi overthinking.
Berbicara
soal overthinking, sebenarnya overthinking itu sendiri apasih? Overthinking
juga termasuk kedalam psychological disorder atau gangguan
psikologis karena dapat membuat
kecemasan pada penderitanya. Seseorang yang mengalami cemas berlebihan bisa
berdampak pada fisik. Overthinking juga biasa disebut paralysys analysys dimana
penderitanya selalu memikirkan masalah tanpa menemukan sebuah penyelesaian. ( Fakhir, 2019 )
Overthinking
sendiri bisa membuat penderita menjadi strees hingga tidak mampu mengontrol
dirinya sendiri Ketika sedang berhadapan dengan sebuah masalah, jika hal ini
terus menerus terjadi, tentu saja akan mengganggu Kesehatannya secara fisik
maupun mental, bahkan yang ditakutkan ialah dimana seseorang hingga sampai pada
menghujung puncaknya, yaitu depresi.
Kenapa
overthinking itu bisa terjadi ? overthinking bisa terjadi biasanya Ketika
seseorang sedang menghadapi masalah atau tekanan, mencoba memahami Tindakan
orang lain, memprediksi masa depan, ,contohnya memikirkan kapan covid-19 akan
berakhir. ( Andiani, 2020 ). Seseorang yang mengalami overthinking biasanya
merasakan beban pikiran yang berlebihan hingga berdampak pada kebermaknaan
hidupnya. Menurut Nurmina, Arviani, Hermaleni, Rusli, & Lubis ( 2019 ),
seseorang yang mengalami kesulitan ekonomi, akan cenderung lebih sering
mengalami overthinking, karena pikiran mereka sering memikirkan hal-hal negatif
mengenai kebutuhan hidup. Tekanan yang mereka hadapi cenderung akan lebih mudah
menyerang psikologis seperti kesedihan, putus asa dan juga kecemasan.
Selain
itu, stigma-stigma yang muncul pada mereka yang mengalami overthinking juga
bisa disebabkan oleh keinginan-keinginan yang tidak realistis sehingga
mempengaruhi pikiran seseorang dalam mencari solusi ( Tirto & Moore, 2015
), pada pembagian kasus-kasus seseorang kesulitan mencari penyelesaian sebuah
masalah karena memang tak semua masalah dapat terselesaikan. Seseorang tidak
dapat membatalkan peristiwa yang sudah terjadi. Jika terlalu memikirkan hal-hal
tersebut justru akan bisa merusak psikologi seseorang, contohnya ialah trauma.
Cara-cara mengatasi overthinking bisa dilakukan dengan cara meletakkan masalah
yang dihadapi secara proposional untuk membantu mengurangi pikiran-pikiran yang
berlebihan , menghentikan pikiran yang terlalu mengedepankan kesempurnaan,
karena kesempurnaan yang terlalu di kedepankan dapat melemahkan kecerdasan dan
realistisitas hingga dapat menghambat kemajuan.
Dan
juga mengubah cara pandang tentang sebuah ketakutan hanya karena takut untuk
gagal, yang malah membuat diri sendiri merasa tidak percaya diri. Serta
membangun pemahaman bahwa akan selalu ada peluang untuk memulai hal yang baru.
Karena kita punya tugas untuk bisa mengontrol diri kita sendiri, karena jika
terus menerus larut dalam pikiran yang tidak ada habisnya, tentu akan berakibat
fatal.
Nah,
sudah tahukan bahwa overthinking itu bisa berdampak pada fisik dan juga mental.
Maka dari itu, jangan pernah menganggap remeh masalah overthinking ya.. tidak
masalah jalan secara perlahan, tidak perlu tergesa-gesa dan merasa cemas
tentang banyak hal. Everything Will be okey.

.jpeg)

Komentar
Posting Komentar