diam
Kita adalah dua nadi yang tak pandai merangkai cinta
Kala semilir angin saling menunggu
Kala daun rapuh saling mengenang
Kala langit ikut memaksa
Kala semesta mengatas namakan cinta
Kala takdir menyisakan tanya
Perihal diam dalam temu
Perihal rindu dalam kaku
Perihal nama dalam doa
Kita adalah raga yang diperolokan
Kata yang penuh nuasa sebuah drama
Kala ombak menebar pasir
Kala senja perlihatkan elok
Kala malam hadir dengan harap
Kenapa kita masih berbeda
Genggam tangan penuh mohon
Apakah ada sebuah rasa yang sama?
Mohon cepat utarakan,
hati tak lagi sabar ingin mendengar
Tapi apalah daya
Kita adalah sepi yang saling enggan berupaya
Sanggau,
15 Februari 2020
Februari yang rapuh
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar